bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Showing posts with label Kisah Inspiratif. Show all posts
Showing posts with label Kisah Inspiratif. Show all posts

Monday, September 21, 2015

Dongeng Si Miskin dan Si Kaya

Alkisah di sebuah dunia antah berantah hiduplah 2 gerombolan besar yaitu  si kaya dan si miskin berdampingan. Sering kali si miskin mengeluh dan marah kepada negeri , kepada raja, kepada pejabat, kepada si kaya.

"Kenapa dunia tidak adil, dan banyak kebijakan raja yang tidak memikirkan nasib kami"Tiada hari tanpa mengeluh sepertinya, dan marah. Namun menanti nanti keadaan tidak kunjung berubah. Tahunberganti tahun nasibpun tetap sama tidak berubah. Protes demi protes tidak juga bisa merubahnya.

Namun demikian salah seorang dari gerombolan miskin ini bermimpi ingin menjadi berhasil seperti para gerombolan si kaya. Sebut saja namanya Oke, dan Oke punya sahabat karib bernama Enggak.

Oke selalu kagum melihat gerombolan kaya, namun Enggak selalu marah menuntut nasibnya berubah.

Waktu pun berjalan Oke belajar memahami apa yang dilakukan si gerombolan kaya. Sedangkan Enggak menghabiskan waktunya menghina, ngedumel, marah , dengan kondisi nya.

Waktu pun berjalan lagi si oke lebih memahami sebab dan akibat kenapa seseorang bisa berpindah ke gerombolan si kaya, sedangkan si Enggak tetap aja ngedumel dan marah dengan keadaan.

Si Oke dan Si Enggak mereka memang sama sama pekerja kasar namun si Oke dengan mempelajari grombolan si kaya mengerti bagaimana memutar pendapatannya kepada hal lain yang bisa membuat keadaan berubah. Dia mencoba ....

Namun ternyata keadaan tidaklah semulus apa yang diinginkan Si Oke,Si Oke menceritakantemannya Si Enggak namun bukan dukungan yang diterimanya, dimintanya Si Oke untuk berhenti bermimpi.

Adalah suatu ketika Si Oke mempunyai cukup uang untuk berusaha menjual makanan , masyarakat sekitarnya di gerombolan miskin selalu memberikan komentar negatif, dari pada masukan untuk memperbaiki dagangannya , tetapi gerombolan miskin lebih suka mengata ngatai dan menjatuhkan sesamanya. Setelah mengata ngatai mereka biasanya merasakan diri menjadi lebih baik, begitulah tabiat si miskin.

Dalam usahanya Si Oke ini tentu banyak badainya dan kesulitannya, satu demi satu, semuanya berhadapan dengan kata kata negatif orang orang miskin tsb.

Namun seperti biasanya dalam kehidupan kegagalan tidak selamanya dekat bagi orang yang bisa belajar darinya.

Si Oke akhirnya mulai berubah, mulailah dia bisa mempekerjakan teman teman miskinya, dan juga mempunyai aset yang makin banyak, ada kereta kuda, kereta onta, kereta banteng, dan yang paling mahal kereta naga.

Sampai satu saat itu Si Oke sudah mempunyai cukup kepandaian dan kemampuan merubah hidupnyua, Sedangkan Si Enggak masih saja marah marah kepada keadaan, dan juga sibuk menjatuhkan teman teman lain yang di ajak si Oke untuk berpindah ke gerombolan kaya.

Kemudian sampai namanya termasyur dan terdengar ke mana mana Si Oke dihormati bahkan oleh gerombolan kaya lainnya, dan juga oleh raja Antahberantah. Rajapun mendengar kabar itu dan memanggil Si Oke, tapi karena si Oke dan si Enggak berteman baik maka Oke ingin mengajak si Enggak dalam perjalanannya menghadap raja,

Akhirnya Rajapun ingin berbincang bincang dengan Si Oke, dan Si Enggak ikut bersamanya

"Raja bertanya bagaimana sih kamu bisa?" "Lihatlah ada jutaan orang miskin tapi tidak satupun yang keluar dari kemiskinannya. Apa yang kamu lakukan ?"

Si Oke pun menjawab," Saya merasa saya salah paduka?"

Rajapun heran dengan jawaban tersebut, dan minta Si Oke menjelaskan maksud dari jawabannya

"Dari mula saya merasa sangat kurang, jadi saya merasa kagum dengan orang orang yang hebat dan bisa berada dalam gerombolan si kaya. Karena merasa salah saya mengkoreksi diri apa sebenarnya kesalahan yang saya lakukan, saya merasa banyak melakukan kesalahan dan banyak belajar untuk memberbaiki diri, semua adalah perjalanan yang menyedihkan, begitu banyak kesalahan yang harus diperbaiki dan saya harus belajar satu per satu, taunya setelah lama melakukanitu tiba tiba saya menjadi punya kemampuan untuk seperti sekarang ini ." Jawab Si Oke kepada Raja.

Raja betul betul terkesima dengan sikap Oke dan penjelasannya. namun dia heran kenapa teman dekatnya tidak  ikut kaya seperti Si Oke dan dia bertanya kepada Si Enggak

"heh, kog kamu gak maju maju padahal si Oke teman baik kamu kan?"

Si Enggak gelagapan menjawabnya dia hanya ingat raja berlaku tidak adil dan tidak memperjuangkan nasib si miskin. "Raja tidak adil saya terus terusan berjuang dan menyuarakan nasib kami tapi negeri ini tidak mau dengar, sayasudah bertahun tahun menuntut "Kata Enggak kepada Raja.

Raja geleng geleng kepala mendengar jawaban si Enggak kemudian bertanya" Lalu kalau si Oke merasa melakukan banyak kesalahan sehingga dia memperbaiki diri menjadi berhasil seperti sekarang, apakah kamu tidak pernah merasa bersalah ?"

"Bukan salah saya pak , keadaan begini , siapa yang mau lahir jadi orang susah, orang kaya enak begitu lahir sudah ada uang , sudah ada modal, sedangkan kami? bahkan negara tidak mau membantu!" balas Enggak kepada Raja

"Jadi kamu ngak merasa melakukankesalahan, ?"

"ya bukan saya saya dong pak"

"Lalu kenapa kamu mau menjatuhkan Si Oke waktu dia ingin menanjak naik? kamu bukan memberikan dukungan , tapi kamu malah membanjiri Oke dengan cemooh dan menjatuhkan?

Lalu raja mengeleng geleng kepala.

Dari penjelasan Oke  Raja memahami, persoalan negeri itu, persoalan kenapa si Kaya makin kaya dan si miskin makin miskin.

Semua sama sama makan nasi, namun si Kaya selalau mempunyai  kerendahan diri ketika memulai dari hal kecil sekalipun bahkan dalam keadaan tidak punya apapun. Sedangkan si miskin sudah miskin tinggi kepala dan tidak pernah merasa salah dan lebih suka menyalahkan orang.

Si kaya suka mengajak teman temanya membangun diri menjadi kaya, Sedang kan si miskin ramai ramai saling menjatuhkan, siapapun yang mencoba naik si miskin akan dengan segera mencemoohnya agar si miskin menadi merasa tinggi.

Demikian pula hasil dari pengamatan Raja ternyata terjadi si seluruh negeri Antahberantah

Raja sebenarnya sangat baik dia tidak ingin ada orang miskin lagi di negerinya, tetapi ada masalah mendasar dari si miskin ini . Dan raja memerintahkan agar setiap orang rendah diri dan meninggi kan yang lain, dan saling mendukung dan mengapresiasi apapun yang dilakukan saudara segerombolannya agar mereka bisa menanjak bersama sama.

Karena perintah Raja itu akhirnya lama kelamaan si miskin belajar semua untuk menjadi kaya dan akhrinya negeri itu dipenuhi oleh orang kaya dan berpikiran positif yang saling bahu membahu dan saling mendukung satu sama lain. Demikianlah rakyat negeri itu hidup bahagia selamanya dan keturunan keturunannya menjadi bangsa yang besar dan jaya. Dan Si Oke dinobatkan menjadi pahlawan perubahan.

Namun demikian karena adanya ketidak sempurnaan , masih ada juga si miskin yang tinggi hati dan tidak mau belajar , dia masih suka menjatuh jatuhkan orang, suka marah dengan keadaan. dan menyalahkan orang lain. Dia mengikuti jejak si Enggak padahal Si Enggak sekarang sudah berubah menjadi kaya.

Rajapun pasrah dengan keadaan demikian , untuk orang yang begini memang tidak ada obatnya...kita cuma bisa tertawakan saja kebodohannya, bagaimana dia menginjak injak orang yang ingin maju.

"memang sangat lucu dunia ini . Si miskin marah kepada si kaya. Tapi pada saat yang lain si miskin menghina si kaya sebelum si kaya menanjak. Setelah si kaya di atas dia marah. apa ngak ingat dia, kalau saya jadi si kaya yang dihina gitu pada awalnya, saya mah gak mau tau dia miskin dan masa bodoh bgt,  ?"kata raja

akhirnya beberapa si miskin yang bebal di negeri itu hanya bisa ditertawakan saja oleh orang orang lain..karena tetap saja si miskin setia pada prilakunya yaitu kesombongan dan tidak mau belajar, menyalahkan menuntut tiada habisnya .. sampai akhir hidupnya. dan itu ganjaran yang paling berat untuk si miskin.

Sumber : Kompasiana

Thursday, September 17, 2015

Baca : Kisah Inspiratif

“IBU, AKU TIDAK MAU JADI PAHLAWAN, AKU MAU JADI ORANG YANG BERTEPUK TANGAN DI TEPI JALAN.”
(Sangat Menginspirasi, Sempatkan baca dan share)
Di kelasnya ada 50 orang murid, setiap kenaikan kelas, anak perempuanku selalu mendapat ranking ke-23. Lambat laun ia dijuluki dengan panggilan nomor ini. Sebagai orangtua, kami merasa panggilan ini kurang enak didengar, namun anehnya anak kami tidak merasa keberatan dengan panggilan ini.
Pada sebuah acara keluarga besar, kami berkumpul bersama di sebuah restoran. Topik pembicaraan semua orang adalah tentang jagoan mereka masing-masing. Anak-anak ditanya apa cita-cita mereka kalau sudah besar? Ada yang menjawab jadi dokter, pilot, arsitek bahkan presiden. Semua orangpun bertepuk tangan.
Anak perempuan kami terlihat sangat sibuk membantu anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak teringat kalau hanya dia yang belum mengutarakan cita-citanya. Didesak orang banyak, akhirnya dia menjawab:..... "Saat aku dewasa, cita-citaku yang pertama adalah menjadi seorang guru TK, memandu anak-anak menyanyi, menari lalu bermain-main".
Demi menunjukkan kesopanan, semua orang tetap memberikan pujian, kemudian menanyakan apa cita-citanya yang kedua. Diapun menjawab: “Saya ingin menjadi seorang ibu, mengenakan kain celemek bergambar Doraemon dan memasak di dapur, kemudian membacakan cerita untuk anak-anakku dan membawa mereka ke teras rumah untuk melihat bintang”. Semua sanak keluarga saling pandang tanpa tahu harus berkata apa. Raut muka suamiku menjadi canggung sekali.
Sepulangnya kami kembali ke rumah, suamiku mengeluhkan ke padaku, apakah aku akan membiarkan anak perempuan kami kelak hanya menjadi seorang guru TK?
Anak kami sangat penurut, dia tidak lagi membaca komik, tidak lagi membuat origami, tidak lagi banyak bermain. Bagai seekor burung kecil yang kelelahan, dia ikut les belajar sambung menyambung, buku pelajaran dan buku latihan dikerjakan terus tanpa henti. Sampai akhirnya tubuh kecilnya tidak bisa bertahan lagi terserang flu berat dan radang paru-paru. Akan tetapi hasil ujian semesternya membuat kami tidak tahu mau tertawa atau menangis, tetap saja rangking 23.
Kami memang sangat sayang pada anak kami ini, namun kami sungguh tidak memahami akan nilai sekolahnya.
Pada suatu minggu, teman-teman sekantor mengajak pergi rekreasi bersama. Semua orang membawa serta keluarga mereka. Sepanjang perjalanan penuh dengan tawa, ada anak yang bernyanyi, ada juga yang memperagakan kebolehannya. Anak kami tidak punya keahlian khusus, hanya terus bertepuk tangan dengan sangat gembira.
Dia sering kali lari ke belakang untuk mengawasi bahan makanan. Merapikan kembali kotak makanan yang terlihat sedikit miring, mengetatkan tutup botol yang longgar atau mengelap wadah sayuran yang meluap ke luar. Dia sibuk sekali bagaikan seorang pengurus rumah tangga cilik.
Ketika makan, ada satu kejadian tak terduga. Dua orang anak lelaki teman kami, satunya si jenius matematika, satunya lagi ahli bahasa Inggris berebut sebuah kue. Tiada seorang pun yang mau melepaskannya, juga tidak mau saling membaginya. Para orang tua membujuk mereka, namun tak berhasil. Terakhir anak kamilah yang berhasil melerainya dengan merayu mereka untuk berdamai.
Ketika pulang, jalanan macet. Anak-anak mulai terlihat gelisah. Anakku membuat guyonan dan terus membuat orang-orang semobil tertawa tanpa henti. Tangannya juga tidak pernah berhenti, dia mengguntingkan berbagai bentuk binatang kecil dari kotak bekas tempat makanan. Sampai ketika turun dari mobil bus, setiap orang mendapatkan guntingan kertas hewan shio-nya masing-masing. Mereka terlihat begitu gembira.
Selepas ujian semester, aku menerima telpon dari wali kelas anakku. Pertama-tama mendapatkan kabar kalau rangking sekolah anakku tetap 23. Namun dia mengatakan ada satu hal aneh yang terjadi. Hal yang pertama kali ditemukannya selama lebih dari 30 tahun mengajar. Dalam ujian bahasa ada sebuah soal tambahan, yaitu SIAPA TEMAN SEKELAS YANG PALING KAMU KAGUMI & APA ALASANNYA.
Semua teman sekelasnya menuliskan nama : ANAKKU!
Mereka bilang karena anakku sangat senang membantu orang, selalu memberi semangat, selalu menghibur, selalu enak diajak berteman, dan banyak lagi.
Si wali kelas memberi pujian: “Anak ibu ini kalau bertingkah laku terhadap orang, benar-benar nomor satu”.
Saya bercanda pada anakku, “Suatu saat kamu akan jadi pahlawan”. Anakku yang sedang merajut selendang leher tiba2 menjawab “Bu guru pernah mengatakan sebuah pepatah, ketika pahlawan lewat, harus ada orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.”
“IBU, …..AKU TIDAK MAU JADI PAHLAWAN, …. AKU MAU JADI ORANG YANG BERTEPUK TANGAN DI TEPI JALAN.”
Aku terkejut mendengarnya. Dalam hatiku pun terasa hangat seketika. Seketika hatiku tergugah oleh anak perempuanku. Di dunia ini banyak orang yang bercita-cita ingin menjadi seorang pahlawan. Namun Anakku memilih untuk menjadi orang yang tidak terlihat. Seperti akar sebuah tanaman, tidak terlihat, tapi ialah yang mengokohkan.
Jika ia bisa sehat, jika ia bisa hidup dengan bahagia, jika tidak ada rasa bersalah dalam hatinya, MENGAPA ANAK2 KITA TIDAK BOLEH MENJADI SEORANG BIASA YANG BERHATI BAIK & JUJUR?
Kiriman dari Sahabat Deni Setia

1491FM Best Online Radio in Medan